PROFIL PERKUMPULAN PERISAI

Perkumpulan Perisai didirikan pada tanggal 28 NOVEMBER 2018, berdasarkan hasil kongres yang dilaksanakan pada Juni 2020, Perkumpulan Perisai berkedudukan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Indonesia. Perkumpulan Perisai merupakan organisasi independen dari hasil perumusan dan kesepakatan seluruh anggota Perkumpulan, dimana organisasi ini menghimpun individu dan organisasi yang memenuhi ketentuan dan persyaratan keanggotaan dengan dasar keberadaan dan dasar hukumnya adalah STATUTA PERKUMPULAN PERISAI. Perkumpulan Perisai berdiri atas prakarsa bersama aktivis gerakan civil society dan pemuda desa di Kabupaten Berau serta akademisi yang memiliki visi keadilan dalam pengelolaan sumberdaya alam. Perkumpulan Perisai hadir sebagai organisasi civil society yang konsen dalam mendorong terwujudnya pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan. Ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya alam diyakini sebagai akar masalah ketimpangan sosial maupun degradasi lingkungan.

Monopoli sumber daya alam oleh segelintir orang dan perusahaan skala besar menghilangkan akses dan kontrol masyarakat atas sumber-sumber penghidupan yang layak dan berkelanjutan. Tak hanya itu, praktek pengelolaan yang tidak berkelanjutan menyebabkan berkurangnya tutupan hutan dan mengancam keanekaragaman hayati. Masalah lain yang tak kalah pentingnya adalah desa sebagai penghasil dan pemasok pangan dan energi, justru rentan mengalami kerawanan pangan dan krisis energi. Sebagai wadah belajar bagi masyarakat dan petani/nelayan pedesaan, Perkumpulan Perisai akan melakukan upaya penguatan otonomi desa, pengembangan riset dan kajian partisipatif, pengorganisasian masyarakat melalui pendekatan partisipatif, mempromosikan kearifan lokal dan pengarusutamaan gender untuk mewujudkan transformasi sosial yang akan memberikan dampak pada pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkeadilan dan lingkungan hidup yang berkualitas serta kedaulatan pangan dan energi.