Muhammad Saleh

Direktur Perisai Alam Borneo

Salah satu pendiri Perisai Alam Borneo pada tahun 2018. Ia pernah menjabat sebagai sekretaris pada Komite Eksekutif Perkumpulan Perisai (Perisai Alam Borneo sekarang) pada 2018 hingga 2020.

Muhammad Saleh adalah pegiat gerakan civil society Sebelumnya, ia bekerja sebagai Community Development di pedalaman Kabupaten Berau pada sebuah organisasi bernama Sekolah Rakyat Petani (SRP) Payo Payo dalam sebuah program membangun aksi inspirasi warga untuk perubahan, Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan pada 2016 hingga 2019. . Pada 2014 ia adalah Volunteer BALANG Institute. Pernah mendapatkan kesempatan sebagai Asisten Peneliti pada Program Partnerships for Enhanced Engagement in Research (PEER) di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, BALANG Institute bekerja sama dengan Center for International Forestry Research (CIFOR) pada 2015. Pada 2015 ia pernah menjadi Volunteer Undang Undang Desa dan penyusunan Sistem Infomasi Desa yang diadakan oleh Sekolah Rakyat Petani (SRP) Payo Payo di Sulawesi Selatan pada tahun 2015.

Sebelum bekerja di Kalimantan Ia banyak bergelut dengan pengorganisasian petani dan desa di Indonesia Timur, tepatnya di Sulawesi Selatan pada 2014 hingga 2016. Ketertarikannya pada isu petani dan pengorganisasian desa membuatnya mengikuti Pelatihan Penelitian Desa dengan Metode PAR (Participatory Action Research) pada 2015. Ia pernah mendirikan Koperasi Akar Tani di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada 2015 dan menjabat sebagai Sekertaris hingga 2016. Hal itu dilakukan sebagai upaya gerakan ekonomi untuk mensejahterahkan petani di pedesaan, Kabupaten Bantaeng.